Penyebab Kanker Hati

Kanker hati lebih banyak dialami oleh pria, dengan rasio 3 kali lipat dibandingkan wanita dan biasanya terjadi pada pasien di usia 40 sampai dengan 50 tahun. Di Indonesia, kanker hati umumnya diawali adanya virus hepatitis B dan atau virus hepatitis C dengan sirosis. Di kebanyakan Negara di Asia (kecuali Jepang), infeksi kronis virus hepatitis B adalah penyakit utama kanker hati.

Satu dari 10 masyarakat Indonesia terserang Hepatitis. Kurang lebih 20 juta masyarakat menderita Hepatitis, 15 juta diantaranya menderita Hepatitis B dan 5 juta Hepatitis C. Sayangnya, tingginya angka ini tidak diikuti dengan kesadaran dari masyarakat. Bahkan sebelumnya pemerintah pun juga tidak banyak menaruh perhatian.

Gejala Kanker Hati

Hepatitis seperti fenomena gunung es yang hanya nampak sebagian kecil saja, yaitu sekitar 30 persen saja. Sementara menurut catatan Kementrian Kesehatan sekitar 5-10 persen. Sedangkan sisanya, 70 persennya tidak terjamah atau terdeteksi oleh tenaga kesehatan.

Pangkal utama tersebut karena hepatitis adalah jenis penyakit yang tidak memberikan gejala dan keluhan pada penderitanya. Oleh sebab itu disebut silent killer. Liver adalah organ yang kuat dan tidak ‘cengeng’. Saat virus masuk, tubuh tidak memberikan reaksi sampai 15-20 tahun kemudian. Hanya saja pada saat pergi ke dokter telah terjadi sirosis pada liver. Bentuknya sudah benjolan dan bahkan sudah mencapai kanker hati. Jika terjadi seperti itu, satu-satunya jalan keluar adalah transplantasi hati. Biayanya bisa mencapai 3 milyar rupiah.

Penanganan hepatitis perlu dilakukan segera. Peningkatan kesadaran masyarakat dan akses terhadap terapi merupakan dua hal mendasar yang sangat penting untuk diperhatikan.

Hepatitis dapat disebabkan oleh berbagai hal. Bisa disebabkan oleh infeksi virus, bakteri, atau parasit, atau non-infeksi, misalnya akibat penggunaan obat-obatan, zat kimia, proses autoimun, atau konsumsi alcohol. Biasanya sekitar 90% dari penderita hepatitis adalah yang disebabkan oleh infeksi virus hepatitis. Di Indonesia kasus hepatitis yang ditemukan bisa disebabkan oleh virus hepatitis A, B, C dan E.

Hepatitis B dan C mempunyai kecenderungan menjadi hepatitis kronik. Pada hepatitis C kemungkinan menjadi kronik lebih besar, yaitu sekitar 85% dari penderita hepatitis C dewasa. Sedangkan pada penderita hepatitis B dewasa, kemungkinan menjadi kronik adalah 15%. Di Indonesia, hepatitis B sebagian besar telah menginfeksi saat bayi, tetapi karena tidak bergejala, baru ketahuan saat dewasa. Itupun seringkali ketahuan tanpa sengaja, misalnya saat pemeriksaan medis ketika hendak masuk pekerjaan ataupun melakukan donor darah.


=====================================

>>> Keladi Tikus (Typhonium Flagelliforme) Membantu Menghambat Pertumbuhan Kanker/Tumor dan Memelihara Daya Tahan Tubuh, Klik Detail Disini!
=====================================


This entry was posted in Gejala Kanker Hati and tagged , , , , , , , , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>